Aktive Learning
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Active Learning
Kata active diadopsi dari bahasa inggris dengan kata sifat yang aktif, gesit, giat bersemangat dan learning berasal dari kata learn yang berarti mempelajari. Dari kedua kata tersebut, yaitu active dan learning dapat diartikan dengan mempelajari sesuatu dengan active atau bersemangat dalam hal belajar.
Pembelajaran aktif (active learning) adalah suatu proses pembelajaran
dengan maksud untuk memberdayakan peserta didik agar belajar dengan
menggunakan berbagai cara/ strategi secara aktif. Pembelajaran aktif (active
learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi
yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai
hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang
mereka miliki. Di samping itu pembelajaran aktif (active learning) juga
dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/ anak didik agar tetap tertuju
pada proses pembelajaran.
Konsep active learning atau cara belajar siswa aktif, dapat diartikan sebagai panutan pembelajaran yang mengarah pada pengoptimalisasian pelibata intelektual dan emosional siswa dalam proses pembelajaran, diarahkan untuk membelajarkan siswa bagaimana belajar memperoleh dan memproses perolehan belajarnya tentang pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai. Active learning bukanlah sebuah ilmu dan teori tetapi merupakan
salah satu strategi partisipasi peserta didik sebagai subyek didik secara
optimal sebagai peserta didik mampu merubah dirinya (tingkah laku cara
berfikir dan bersikap) secara lebih efektif. Keterlibatan peserta didik secara
active dalam proses pengajaran yang diharapkan adalah keterlibatan secara
mental (intelektual dan emosional) yang dalam beberapa hal yang di ikuti
dengan sebuah keaktifan fisik. Sehingga peserta didik benar benar berperan
serta dan berpartisipasi aktif dalam proses pengajaran, dengan menempatkan
kedudukan peserta didik sebagai subyek, dan sebagai pihak yang penting
dan merupakan inti dalam kegiatan belajar mengajar.
Pada hakekatnya konsep ini adalah untuk mengembangkan keaktifan
proses belajar mengajar baik dilakukan guru atau siswa. Jadi dalam active
learning tampak jelas adanya guru aktif mengajar disatu pihak dan siswa
aktif belajar dilain pihak. Konsep ini bersumber dari teori yang berpusat
pada siswa (student centered approach), student centered approach merupakan suatu pendekatan pembelajaran.
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, dalam mewadahi,menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teori tertentu.
Dilihat dari pendekatannya, terdapat dua jenis pendekatan
pembelajaran yaitu, pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau
berpusat pada guru (tacher centered approach) dan pendekatan
pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered
approach).
Ciri-Ciri Pembelajaran Active Learning
Adapun beberapa ciri-ciri yang harus tampak dalam proses belajar aktif (active learning), yaitu:
Situasi kelas menantang siswa melakukan kegiatan belajar secara bebas tetapi terkendali.
Guru tidak mendominasi pembicaraan, tetapi lebih banyak memberikan rangsangan berpikir kepada siswa dalam memecahkan masalah.
Guru meyediakan dan mengusahakan sumber belajar bagi siswa.
Kegiatan belajar siswa bervariasi.
Hubungan guru dengan siswa sifatnya harus mencerminkan hubungan manusiawi.
Adanya keberanian siswa untuk mengajukan pendapat melalui pertanyaan dan pernyataan.
Karakteristik Dalam Active Learning
Dalam active learning ada beberapa indikator yang mempengaruhinya
secara optimal antara lain:
Dari Segi Peserta Didik (Murid)
Keinginan dan keberanian dalam menampilkan minat, kebutuhan dan permasalahannya.
Keinginan dan keberanian serta kesempatan untuk partisipasi
dalam kegiatan persiapan, proses dan kelanjutan belajar.
Penampilan berbagai usaha atau kreativitas belajar dalam
menjalani dan menyelesaikan kgiatan belajar mengajar hingga
mencapai keberhasilannya.
Kebebasan dan keleluasan melakukan hal tersebut diatas tampa
tekanan guru atau pihak lainnya.
Pengalaman belajar hanya dapat diperoleh jika murid berpartisipasi
secara aktif. Penelitian dibidang pendidikan menunjukan bahwa sikap pasif
adalah merupakan cara yang buruk dalam memperoleh pengalaman belajar.
Bentuk belajar secara aktif meliputi interaksi antara murid dan guru, murid
dengan murid lainnya, sekolah dengan rumah, sekolah dengan masyarakat.
Dan murid dengan segala macam alat pengajaran dengan demikian murid
harus didorong untuk berpartisipasi aktif sehingga mereka dapat belajar
melalui pengalaman.
Dari Segi Pendidik (Guru)
Usaha mendorong, membina gairah belajar dan berpartisipasi peserta didik secara aktif.
Peranan guru tidak mendominasi kegiatan proses belajar peserta didik.
Memberi kesempatan peserta didik untuk belajar menurut cara dan keadaan masing-masing menggunakan beberapa jenis metode
mengajar dan pendekatan multimedia.
Dari Segi Program Pengajaran
Tujuan pengajaran dan konsep maupun isi pelajaran yang sesuai
dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan subyek didik.
Program cukup jelas, dapat dimengerti dan menantang peserta
didik untuk melakukan kegiatan belajar.
Bahan pelajaran mengandug fakta atau informasi, konsep, prinsip
dan keterampilan.
Dari Segi Situasi Mengajar
Iklim hubungan erat guru dengan peserta didik, peserta didik
dengan peserta didik, guru dengan guru dan antara unsur
pimpinan sekolah.
Gairah dan kegembiraan belajar peserta didik sehingga mereka
memilki motivasi kuat dan keleluasan mengembangkan cara
belajar masing-masing.
Dari Segi Situasi Mengajar
Ada sumber belajar bagi peserta didik.
Fleksibilitas waktu untuk kegiatan belajar .
Dukungan berbagai jenis media pengajaran.
Kegiatan belajar peserta didik tidak terbatas dalam kelas (ruang kelas) tetapi juga diluar kelas.
Kegiatan pengajaran dalam konteks active learning tentu selalu
melibatkan peserta didik secara active untuk mengembangkan kemampuan dan penalaran seperti memahami, mengamati, menginterprestasikan konsep, merancang penelitian, melaksanakan penelitian, mengkomunikasikan hasilnya dan seterusnya, dengan mengikuti prosedur atau langkah-langkah yang teratur dan urut.
Adapun karakteristik dari active learning menurut Prof. Dr. T. Reka
Joni mengatakan antara lain:
Pembelajaran yang dilakukan lebih berpusat pada siswa, sehingga
siswa berperan lebih aktif dalam mengembangkan caracara belajar
mandiri, siswa berperan serta pada perencanaan, pelaksanaan dan
penilaian proses belajar, pengalaman siswa lebih di utamakan dalam
memutuskan titik tolak kegiatan.
Guru adalah pembimbing dalam terjadinya pengalaman belajar, guru
bukan satunya sumber informasi, guru merupakan salah satu sumber
belajar yang harus memberikan peluang bagi siswa agar dapat
meperoleh pengetahuan atau keterampilan melalui usaha sendiri, dapat mengembangkan motivasi dari dalam dirinya, dan dapat
mengembangkan pengalaman untuk membuat suatu karya.
Tujuan kegiatan tidak hanya untuk sekedar mengajar standar
akademis, selain pencapaian standar akademis, kegiatan di tekankan
mengembangkan kemampuan siswa secara utuh dan seimbang.
Pengelolahan kegiatan pembelajaran lebih menekankan pada kreatiftassiswa, dan memperhatikan kemajuan siswa untuk menguasai konsep- konsep dengan mantap.
Penilaian dilaksanakan untuk mengamati dan mengatur kegiatan dan
kemajuan siswa serta mengukur berbagai keterampilan yang tidak
dikembangkan misalnya keterampilan berbahasa, keterampilan sosial, keterampilan lainnya serta mengukur hasil belajar siswa.
Menurut Bonwell, pembelajaran aktif memiliki karakteristik-
karakteristik sebagai berikut:
Penekanan proses pembelajaran bukan pada penyampaian informasi oleh pengajar melainkan pada pengembangan ketrampilan pemikiran
analitis dan kritis terhadap topik atau permasalahan yang dibahas.
Peserta didik tidak hanya mendengarkan materi pelajaran secara pasif tetapi mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan materi pelajaran tersebut.
Penekanan pada eksplorasi nilai-nilai dan sikap-sikap berkenaan dengan materi pelajaran.
Peserta didik lebih banyak dituntut untuk berpikir kritis, menganalisa dan melakukan evaluasi.
Umpan-balik yang lebih cepat akan terjadi pada proses pembelajaran.
Di samping karakteristik tersebut di atas, secara umum suatu proses pembelajaran aktif memungkinkan diperolehnya beberapa hal yaitu :
Pertama, interaksi yang timbul selama proses pembelajaran akan menimbulkan positive interdependence dimana konsolidasi pengetahuan yang dipelajari hanya dapat diperoleh secara bersama-sama melalui eksplorasi aktif dalam belajar.
Kedua, setiap individu harus terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan pendidik harus dapat memberikan penilaian untuk setiap peserta didik, sehingga terdapat individual accountability.
Ketiga, proses pembelajaran aktif ini supaya dapat berjalan dengan efektif diperlukan tingkat kerjasama yang tinggi, sehingga akan memupuk social skills. Dengan demikian kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan sehingga penguasaan materi juga meningkat.
Langkah – langkah Pembelajaran Aktif ( Active Learning)
Dalam konteks pembelajaran, penggunaan strategi pembelajaran sangat diperlukan karena untuk mempermudah proses pembelajaran, sehingga dapat tercapai hasil yang optimal. Tanpa strategi yang jelas, proses pembelajaran tidak akan terarah, sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sulit tercapai secara optimal, dengan kata lain pembelajaran tidak dapat berlangsung secara efektifdan efisien.
Strategi pembelajaranadalah suatu siasat melakukan kegiatan pembelajaran yang bertujuan mengubah keadaan pembelajaran menjadi pembelajaran yang diharapkan. Untuk dapat mengubah keadaan itu dapat ditempuh dengan berbagai pendekatan pembelajaran. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Pembelajaran active learning adalah salah satu pendekatan pembelajaran
yang berpusat pada siswa, pembelajaran ini dapat di terapkan pada proses
pembelajaran dengan langkah – langkah pembelajaran sebagai berikut :
Merencanakan dan menetapkan spesifikasi tujuan pembelajaran yaitu perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
Mempertimbangkan dan memilih jenisstrategi pembelajaran aktif yang dipandang paling efektif untuk setiap materi pembelajaran.
Melaksanakan langkah-langkah atau prosedur, metode dan Teknik pembelajaran akctive lerning yang telah dipilih.
Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan(evaluasi dan penilaian) pada pembelajaran akctive lerning.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pembelajaran aktif (active learning) adalah suatu proses pembelajaran
dengan maksud untuk memberdayakan peserta didik agar belajar dengan
menggunakan berbagai cara/ strategi secara aktif. Pembelajaran aktif (active
learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi
yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai
hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang
mereka miliki. Di samping itu pembelajaran aktif (active learning) juga
dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/ anak didik agar tetap tertuju
pada proses pembelajaran
Saran
Kami sebagai penulis, menyadari bahwa makala ini banyak sekali kesalahan dan dan sangat jauh dari sempurna. Tentunya penulis akan selalu memperbaiki makala dengan mengacu pada sumber yang dapat dipertanggugjawabkan nantinya. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran tentang pembahasan makala diatas.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung : PT.Remaja Rosdakarya, 2014)
Ahmad Rohani HM, Pengelolahan Pengajaran, ( Jakarta: PT Rineka cipta, 1995)
John M. Echols dan Hasan shadily,Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta : Gramedia,tt)
Mudjiono Dimyanti, Belajar Dan Pembelajran, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1999),
Melvin L. Silbermen, Active Learning : 101 Strategies to Teach Any Subject, (Jakarta: Yapendis, 1996)
Zakiyah Derajat, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996)
Komentar
Posting Komentar