Metode learning karya wisata

 BAB II

Pembahasan


A.Penerapan Metode Proyek

Model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik ( student centered) dan menetapkan guru sebagai motivator dan fasilitator, dimana peserta didik diberi peluang bekerja secara otonom mengkontruksi belajarnya Melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek (projectbase learning) pada perkuliahan PendidikanAgamaIslam (PAI) untuk Mengetahui peningkatan pemahaman nilai-nilai Islam mahasiswa dengan penggunaan project baselearning pada perkuliahan serta untuk Mengetahui peningkatan keaktifitas mahasiswa dengan penggunaan project baselearning Project mengatakan bahwa seorang pendidik untuk menilai kompetensi keterampilan melalaui penilaian kinerja yaitu penilaian yang menuntut mahasiswa mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tespraktik ,proyek dan penilaian portofolio.Menurut Moursund (1997) beberapa keuntungan dari pembelajaran berbasis proyekantara lain sebagai berikut:

A.Increased motivation,

B.Increased problem-solvingability,

C.Improved libraryresearch skills,

D.Increased collaboration,dan

E.Increased resource-management skills.

Pendidikan berfungsi mengembang kanapa yang secara potensial dan aktual telah dimiliki mahasiswa, sebab mahasiswa bukanlah gelas kosong yangharus diisi dari luar. Mereka telah memiliki sesuatu,sediki tatau banyak,telah berkembang(teraktualisasi) atau sama sekali masihkuncup (potensial).Peran pendidikan dalam mengaktualkan yang masih kuncup,dan mengembangkan lebih lanjut apa yang baru sedikit atau baru.


B.Kelebihan Dan Kekurangan Metode Proyek

Peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja

Adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik

Peserta didik mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau tantangan yang diajukan

Peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan mengelola informasi untuk memecahkan permasalahan

Proses evaluasi dijalankan secara kontinyu

Peserta didik secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan

Produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif, dan

Situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan.

Peran instruktur atau guru dalam Pembelajaran berbasis proyeksebaiknya sebagai fasilitator, pelatih, penasehat dan perantara untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan daya imajinasi, kreasi dan inovasi dari siswa. Adapun beberapa hambatan dalam implementasi metode Pembelajaran Berbasis Proyek antara lain berikut ini.

Pembelajaran berbasis proyek memerlukan banyak waktu yang harus disediakan untuk menyelesaikan permasalahan yang komplek.

Banyak orang tua peserta didik yang merasa dirugikan, karena menambah biaya untuk memasuki system baru.

Banyak instruktur merasa nyaman dengan kelas tradisional ,dimana instruktur memegang peran utama di kelas. Ini merupakan suatu transisi yang sulit, terutama bagi instruktur yang kurang atau tidak menguasai teknologi.

Banyaknya peralatan yang harus disediakan, sehingga kebutuhan listrik bertambah.


C. Penerapan Metode Sosio Drama

Sosio drama adalah metode pembelajaran bermain peran untuk memecah kan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena sosial, permasalahan yang menyangkut hubungan manusia  seperti kenakalan remaja,narkoba,gambaran keluarga otoriter dan lain sebagainya.

Langkah langkah penerapan metode sosio drama yang harus dilaksanakan adalah sebagai berikut:

A.Guru menetapkan topic atau masalah yang nanti akan diperankan.

B.Guru memberikan gambaran masalah dalam situasi yang akandiperankan.

C.Guru menetapkan pemain yang akan terlibat dalam simulasi,peran yang harus dimainkan oleh para pemain serta waktu yang disediakan untuk memainkan perannya.

D.Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya terkait dengan perannya dalam simulasi.

E.Siswa yang bertugas sebagai kelompok pemeran,mulai mensimulasikan dramanya.Para siswa lainnya mengikuti dengan penuh perhatian.

F.Guru memberikan bantuan kepada pemeran yang mendapat kesulitan

G.Simulasi dihentikan pada saat puncak.Hal ini dimaksudkan untuk mendorong siswa berpikir dalam menyelesaikan masalahyangdisimulasikan.

H.Melakukan diskusi baik tentang jalannya simulasi maupun materi cerita yang disimulasikan Guru harus mendorong siswa


D.Kelebihan dan kekurangan Sosio Drama

Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Sosiodrama:

Memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berperan aktif mendramatisasikan sesuatu masalah sosial yang sekaligus melatih keberanian serta kemampuanya melakukan suatu agenda di muka orang .Suasana kelas sangat hidup karena perhatian para murid semakin tertarik melihat adegan seperti keadaan yang sesungguhnya.Para murid dapat menghayati suatu peristiwa, sehingga mudah memahami, membanding-banding, menganalisa serta mengambil kesimpulan berdasarkan penghayatan sendiri.Anak-anak menjadi terlatih berpikir kritis dan sistematis.

Kekurangan metode sosiodrama sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang kreatif banyak memakan waktu, baik waktu persiapan dalam rangka pemahaman isi bahan pelajaran maupun pada pelaksaan pertunjukan memerlukan tempat yang cukup luas, jika tempat bermain sempit menjadi kurang kreatif sering kelas lain terganggu oleh suara pemain dan para penonton yang kadang-kadang bertepuk tangan Implementasi Pembelajaran Sosiodrama

Pada pembelajaran sosiodrama guru lebih bersifat sebagai fasilitator. Fasilitator merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran dengan model sosiodrama. Guru dalam pembelajaran ini bisa bertindak sebagai aktor, sutradara atau penonton.


Tujuan yang diharapkan dengan penggunaan metode sosio drama antaralain adalah:

A.Agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain.

B.Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab.

C.Dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan.

D.Merangsang kelas untuk berpikir dan memecahkan masalah.

E.Belajar dengan berbuat. Para siswa melakukan peran anter tentu sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya.Tujuannya adalah untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan interaktif atau keterampilan reaktif.

F.Belajar melalui peniruan.Para siswa pengamat drama menyamakan diri dengan pelaku (aktor) dan tingkah laku mereka.

G.Belajar melalui balikan.Para pengamat mengomentari(menanggapi) perilaku para pemain/pemegang peran yang telah ditampilkan.Tujuannya adalah untuk mengembangkan prosedur-prosedur kognitif dan prinsip-prinsip yang mendasari perilaku keterampilan yang telah di dramatisasikan.

H.Siswa mampu menempatkan diri dalam situasi orang yang dikehendaki guru.

I.Siswa bisa belajar watak orang lain, cara bergaul denganorang lain, cara mendekati dan berhubungan dengan oranglain. Agar siswa dapatmengerti dan menerima pendapatoranglain.


E. Penerapan  Role Playing

Pengertian bermain peran (role playing) adalah salah satu bentuk pembelajaran,dimana peserta didik ikut terlibatan aktif memainkan peran-peran tertentu. Bermain pada anak merupakan salah satu sarana untuk belajar.Melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, anak berusaha untuk menyelidiki dan mendapatkan pengalaman yang kaya, baik pengalaman dengan dirinya sendiri,orang lain maupun dengan lingkungan disekitarnya.Bermain peran(roleplaying) merupakan sebuah permainan dimana para pemain memainkan peran tokoh-tokoh khayalan danberkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama. Para pemain memilih aksi tokoh-tokoh mereka berdasarkan karakteristik tokoh tersebut,dan keberhasilan aksi mereka tergantung dari sistem peraturan permainan yang telah ditetapkan dan ditentukan, asalkan tetap mengikuti peraturan yang ditetapkan, para pemain bisa berimprovisasi membentuk arah dan hasil akhir permaian.

Menerapkan metode pembelajaran Sosiodrama/Bermainperan (Role Playing), guru hendaknya menyusun skenario sesuai kebutuhan, Rencana Proses Pembelajaran dan Silabus yang telahdisusun. Hal ini perlu agar kegiatan pembelajaran dapat berjalanmenarik, mencapai sasaran dan tidak melebihi alokasi waktu yang ditentukan. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam menerapkan metode pembelajaran Bermainperan/Sosiodrama (Role Playing) antara lain:

1.Bila metode sosio drama baru diterapkan dalam pengajaran,maka hendaknya guru menerangkannya terlebih dahulu teknik pelaksanaannya,dan menentukan diantara siswa yang tepat untuk memerankan tokoh-tokoh tertentu,kemudian secara sederhana dimainkan didepan kelas 

B.Menerapkan situasi dan masalah yang akan dimainkan dan perlu juga diceritakan jalannya peristiwa dan latar belakang cerita yang akan diperankan tersebut sesuai dengan materi yangakandisampaikan.

C.Pengaturan degan dan kesiapan mental dapat dilakukan sedemikian rupa sehingga benar-benar bisa membangun interaksi yang lebih menarik.

D.Setelah sosiodrama itu dalam puncak klimas, maka guru dapat menghentikan jalannya drama.Halinidi maksudkan agar kemungkinan-kemungkinan pemecahan masalah dapat diselesaikan secara umum,sehingga penonton(siswa yang mengamati) ada kesempatan untuk berpendapat dan menilai sosio drama yang dimainkan. Sosiodrama dapat pula dihentikan bila menemui jalan buntu.

E.Siswa diberikan kesempatan untuk memberikan komentar,kesimpulan atau berupa catatan kesesuaian jalannya sosio drama dengan materi yang sedang dibicarakan.

F.Guru menerima semua masukan, dari siswa dan memberikan kesimpulan yang tepat dari pengilustrasian materi melalui metode sosiodrama tersebut.


F. Kelebihan Dan kekurangan Role Playing

Keunggulan model pembelajaran role playing menurut Djamarah (2010), antara lain:

1. Siswa dapat melatih diri untuk memahami dan mengingat isi bahan yang akan didramakan.

2. Siswa menjadi terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif.

3. Bakat yang ada dalam diri siswa dalam bidang bermain peran dapat dipupuk sehingga memungkinkan berkembangnya seni drama dari sekolah.

4. Melatih kerja sama antar pemeran drama sehingga dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaik-baiknya.

5. Siswa memiliki kebiasaan untuk menerima dan berbagi tanggung jawab dengan sesamanya.


G. Penerapan Metode Karya Wisata

Metode karya wisata adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan membawa siswa langsung pada objek yang akandipelajari dan objek itu terdapat di luar kelas. Kata karyawisataberasal dari kata karya yang artinya kerja dan wisata berarti pergi.Dengan demikian, karyawisata berarti pergi bekerja atau bepergianke suatu tempat.

Adapun Langkah-Langkah Pembelajaran Karyawisata sebagai berikut:

1.Persiapan

Dalam merencanakan tujuan karyawisata,guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan teknik,menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya,penyusunan rencana yang membagitugas tugas,mempersiapkan sarana,pembagian siswa dalam kelompok,serta mengirimutusan.

2.Perencanaan

Hasil kunjungan pendahuluan (survei) dibicarakan bersama dalam rangka menyusun perencanaan yang meliputi:tujuan karyawisata.

3.Pelaksanaan

Siswa melaksanakan tugas sesuai dengan pembagian yang telahditetapkan dalam rencana kunjungan, sedangkan guru mengawasi,membimbing, bila perlu menegur sekiranya ada siswa yang kurang mentaati tata tertib sesuai acara.

4.Pembuatan laporan Akhir Karya Wisata

Pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala halhasil karyawisata,menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh, menindak lanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik,gambar,model-model,diagram,sertaalat-alatlaindansebagainya.

5. Bahasa lisan siswa dapat dibina atau dilatih menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain.


H.Kelebihan dan Kekurangan Metode Karya Wisata

Kelebihan dan Kekurangan Metode Karyawisata Peserta didik dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada objek karyawisata itu, serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka. Hal mana yang tidak mungkin diperoleh di sekolah, sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau keterampilan mereka. 

Peserta didik dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung, yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka.

Dalam kesempatan ini peserta didik dapat bertanya jawab, menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadap, sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya, atau mencobakan teorinya ke dalam praktek.

Dengan objek yang ditinjau itu peserta didik dapat memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi, yang tidak terpisah-pisah dan terpadu.

Para peserta didik belajar sebagaimana cara-cara melakukan observasi dan membuat laporan yang baik dan benar.   

Para peserta didik belajar melakukan observasi secara cermat.

Verbalisme dapat dilenyapkan.

Membangkitkan gairah belajar dengan pengubahan metode belajarKekurangan Metode Karyawisata pada umumnya akan menggunakan jam pelajaran yang banyak sehingga mengganggu jam pelajaran lainnya.Tidak semua peserta didik memperhatikan objek yang sama sehingga pengetahuan mereka tidak sama.

Jika suatu objek dijelaskan oleh petugas, belum tentu semua peserta didik akan mendengarkan dan belum tentu pula petugas tersebut cukup jelas menerangkannya. Sebagaimana diketahui, tidak semua peserta didik dapat menangkap pembicaraan dan mencatatnya dengan tulisan yang tepat.

Sukar untuk mempertahankan disiplin dan ketertiban.

Kelelahan dalam perjalanan dapat mengurangi gairah melakukan observasi, tanya jawab atau wawancara.

Adanya tambahan pengeluaran uang untuk pembiayaan perjalanan karyawisata bagi peserta didik.

Pada umumnya, dorongan untuk berkreasi lebih besar dari pada melakukan observasi, tanya jawab, dan mencatat data-data yang diperlukan.

Kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh sering mengakibatkan para peserta didik tidak dapat belajar lagi sekembalinya mereka di sekolah.


I.Metode Penerapan Tanya Jawab

Metode tanya jawab merupakan metode yang memfokuskan penyampaian pesan pengajaran dalam bentuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada peserta didik yang mereka harus jawab dan sebaliknya memberikan kesempatan mereka untuk bertanya.Metode ini lebih menekan kan pada pertanyaan atas sebuah kasus yang membuat peserta didik harus mengingat kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya maupun pertanyaan yang berkaitan dengan penggalian pengetahuan dasar yang diperkirakan telah diketahui.Dalam pembelajaranPAI,metode ini sangat tepat untuk menggali kemapanan peserta didik tentang sebagai bagiandari kebiasaanhidup dan cara bersikap, sebagai bentuk pengalaman yang telah diperoleh melalui pembiasaan ibadah dikeluarga maupun disekolah.

Adapun tujuan penggunaan metode tanya jawab dalam pembelajaran PAI adalah sebagai berikut:

a.Sebagai umpan balik pada pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya.

b.Sebagai selingan pada penggunaan metode lainnya dalam proses  pembelajaran.

c.Untuk merangsang berfikir peserta didik agar terfokus pada materi yang sedang dipelajari.

d.Untuk membentuk pola belajar yang efektif dimana pertanyaan yang diberikan dapat berkaitan dengan fakta yang terjadi sehari-hari.

e.Untuk memberikan kesempatan bertanya peserta didik seluas-luasnya.

f.Untuk memotivasi belajar peserta didik agar dapat berkembang kompetensi sesuai harapan Untuk melatih berfikir sistematis dengan gaya berfikir yang orisinil.


J.kelebihan dan kekurangan metode Tanya jawab adalah sebagai berikut:

1.Kelebihan Metode TanyaJawab

A.Peserta didik berusaha berfikir untuk menyampaikan ide,gagasan dan pendapatnya secara lisan.

B.Mengajak peserta didik untuk berani mengemukakan pendapatnya didepan kelas.

C.Kelas menjadi hidup karena peserta didik bersama-sama berusaha memikirkan jawaban.

D.Kelas semakin terkendali karena suasana kelas berada dalam situasi diskusiaktif.

E.Peserta didik mendapatkan konfirmasi langsung manakala terdapat jawabana kurang tepat.

Kekurangan MetodeTanyaJawab

a.Terjadinya perbedaan pendapat yang bisa jadi saling tidak sependapat.

b.Waktu pembelajaran membutuhkan waktu lama karena dipergunakan untuk menanggapi pertanyaan dan jawaban pesertadidik.

c.Ada kemungkinan terdapat jawaban yang keluar dari konsep yang telah dipelajari.

D.Berpotensi menghambat pola berfikir peserta didik jika pendidik kurang sigap dalam menyajikan materi.

e.Ada kemungkinan tidak menjanga semua pertanyaan untuk semua peserta didik.






Bab III 

Penutup

Kesimpulan

Dari Materi metode pembelajaran kami mnyimpulkan metode dalam Tanya jawab mungkini lebih menolong besar kecilnya jumlah sekelas dan memengaruhi pengguna metode yang efektiif menguatkan metode pembelajaran praktek yang lebih efektif dan perpaduan pembelajaran yang mngekspreikan guru ketika berkaloborasi dan mengembangkan. Jenis-jenis metode pembelajaran.


Saran 

Kami menyarankan sebelum mengikuti pembelajaran sebagai seorang peelajar terlebih dahulu kita mngkaji dan mncari metodee mana yang harus diterapkan. Sehingga pembelajaran tercapai.



















Daftar Pustaka

Animous 2014 http://dilihatnya.com.2014/08/30/pengertian-metode pembelajaran (on:11 oktober 2014)

Anonimous, 2014 http://miminmadyablogspot.com/2013/12/287 (on :11 oktober 2014)

Aunurrahman 2012. Belajar dan pembelajaran Alfabta.bandung


Komentar